Penundaan Liga India Bikin Fowler Ilfeel

Fitra Iskandar, Jurnalis · Kamis 23 Februari 2012 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2012 02 23 50 580971 5car55wUJX.jpg Robbie Fowler.(foto:Wikipedia)

KOLKATA - Mantan pemain Liverpool Robbie Fowler ilfeel menanti kompetisi Premier League Soccer (PLS) Bengal Barat India yang ternyata tidak jelas. Daripada menunggu kompetisi bergulir, mantan pemain Liverpool ini memilih cabut.

Pemain 36 tahun yang sampai hari ini tercatat dalam empat besar pencetak gol tersubur Premier League sepanjang masa ini, tidak sabar melihat kinerja Federasi Sepakbola India yang dinilainya amatiran.

“Ah, India sepertinya batal, sepatu tetap bersih dan mencari tempat baru untuk bermain.#professionalnotamateur,” tulis Fowler di Twitter-nya, seperti dikutip Goal, Kamis (23/2/20012).

Turnamen seharusnya bergulir 24 Maret mendatang, namun dipastikan diundur karena penyelenggara masih kesulitan menemukan lapangan yang memadai untuk menggelar pertandingan-pertandingan liga. Persoalan diperparah dengan perbedaan pandangan berbau politik antara Federasi dengan oposisi.

“Dari enam lapangan yang kami butuhkan, kami sudah mendapatkan dua di Durgapur dan Kolkata.Kami menunggu IFA untuk mencari sisanya,” ujar Eksekutif Direktur Celebrity Management Group (CMG) Bhaswar Goswami.

PLS merupakan proyek IFA yang dibentuk dengan misi memajukan sepakbola di Bengal Barat itu. Setiap tim direncanakan memiliki satu pemain ikon, dan tiga pemain asing dengan kualitas lapis ketiga.

Tidak hanya itu, tim juga akan diarsiteki pelatih-pelatih asing terkenal. Di antaranya Peter Reid dan Fernando Caoto. Selain Fowler, pemain top yang akan meramaikan liga yang diikuti enam tim di Bengal Barat ini adalah Hernan Crespo, Fabio Cannavaro, Robert Pires, dan Jay Jay Okocha.

Uniknya, mereka rata-rata dibeli dengan cara lelang. Fowler sendiri laku oleh Kolkata dengan harga USD530 ribu dari harga pertama USD450 ribu.Pemain termahal disandang Crespo dengan harga lelang USD840 ribu.

Tim merupakan kota waralaba yang memenangkan bidding untuk mengelola klub dalam 10 tahun kedepan dan nantinya mereka diwajibkan membawar waralaba per tahun kepada PLS. Enam kota yang terpilih adalah Kolkata, Howrah, Barasat, Asansol, Midnapore dan Siliguri.

“Visinya untuk menciptakan infrastruktur berkelas dunia di Bengal untuk meningkatkan level olahraga sepakbola,” demikian ditulis dalam keterangan pers PLS saat launching April tahun lalu.

Untuk mendukung misinya PLS menetapkan peraturan satu tim dengan komposisi maksimum tiga pemain asing, satu pemain asal Asia; minimum lima pemain rekrutan; enam pemain U-21 dan maksimum 10 pemain dari India.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini