BARCELONA - Arsenal hanya bisa mengelus dada setelah disingkirkan Barcelona dari perhelatan bergengsi Liga Champions. Kendati demikian, pelatih Arsene Wenger menolak berlindung di balik absennya sang kapten, Cesc Fabregas.
The Gunners menyambangi Camp Nou, Rabu (7/4/2010), dengan bekal hasil 2-2 di leg pertama, pekan lalu. Bomber Nicklas Bendtner sempat mengejutkan tuan rumah dengan gol di menit 18. Sayang, performa brilian Lionel Messi segera menghapus senyum para punggawa Gunners dengan membawa El Barca menang telak 4-1.
Sebelum melakoni leg kedua dini hari tadi, banyak pihak telah mencoret peluang Arsenal melangkah ke babak semifinal menyusul terkaparnya sejumlah pilar penting seperti Andrey Arshavin, William Gallas, dan Alex Song. Sementara, Fabregas yang mengalami cedera patah kaki pada penghujung leg pertama memang tidak bisa ambil bagian di Camp Nou akibat akumulasi kartu.
Musim ini, kontribusi Fabregas terbilang vital untuk pasukan London Utara. Dengan torehan 19 gol serta 19 assist dalam 36 laga, bintang muda Spanyol menjadi kunci penting keberhasilan Arsenal tampil kompetitif di Premier League maupun Liga Champions.
"Sulit untuk mengetahui sejauh mana kehilangan Fabregas mempengaruhi kami. Pada laga ini, kami kehilangan tujuh atau delapan pemain. Tapi, jika Anda bertanya kepada saya sebelum pertandingan, tentu saja saya ingin Fabregas bisa diturunkan," ungkap Wenger seperti dilansir Reuters.
Namun, Wenger enggan menjadikan ketidakhadiran mantan punggawa Barcelona junior sebagai alasan utama kekalahan timnya. The Professor -julukan Wenger- mengaku, Manuel Almunia dkk menyia-nyiakan sejumlah peluang serta membuat banyak blunder yang haram dilakukan kala menghadapi El Barca.
"Kami memiliki peluang bagus untuk mencetak gol kedua. Sebelum Barca menyamakan kedudukan, kami memiliki kesempatan untuk kembali menorehkan gol," tutur pelatih Prancis.
"Tapi, kami membuat kesalahan pada proses finishing sehingga Barca langsung menyamakan skor. Kami memang menyimpan penyesalan karena memulai laga dengan bagus. Tapi, kami membuat terlalu banyak kesalahan di lini belakang dan kami mendapat ganjarannya," tutup Wenger.
(Defanie Arianti)