PELATIH Persija Jakarta, Shin Tae-yong, memberikan respons terkait isu skuad Macan Kemayoran -julukan Persija Jakarta- akan mendapatkan pengurangan poin di Super League 2026-2027 imbas kerusuhan suporter. Menurut Shin Tae-yong, berdasarkan regulasi FIFA tidak ada yang menyebut bahwa klub akan menerima pengurangan poin jika suporternya melakukan kerusuhan.
Isu Pengurangan poin muncul setelah oknum suporter Persija Jakarta, The Jakmania, menyerang bus Persib Bandung U-18 di rest area tol Batang, Jawa Tengah dan kericuhan antarsuporter di laga Persita Tangerang vs Persija di Banten International Stadium (BIS), Serang, akhir pekan lalu. Kejadian di atas menjadi sorotan karena terjadi dalam waktu berdekatan.
Shin Tae-yong mengatakan sangat aneh jika Persija Jakarta mendapat pengurangan poin dari Komdis PSSI. Pasalnya, pengurangan poin tidak ada dalam regulasi sebagai landasan utama.
Regulasi Komdis PSSI juga menyatakan klub akan menerima hukuman apabila kerusuhan terjadi di ring 1 dan ring 2 stadion. Kendati demikian, hukuman itu berupa denda uang dan larangan menyaksikan laga kandang dan tandang.
"Sepengetahuan saya, berdasarkan regulasi FIFA, pengurangan poin biasanya berkaitan dengan pelanggaran tertentu, seperti manipulasi pertandingan (match fixing). Apabila masalahnya berkaitan dengan tindakan suporter, penanganannya bisa berbeda," kata Shin Tae-yong di Depok pada Selasa 20 Oktober 2026.
"Karena itu, saya berharap pihak berwenang dapat menangani persoalan ini secara tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," tambahnya.