Pelatih asal Korea Selatan itu berharap suporter lebih dewasa dalam menentukan sikap. Ia tak mau kelakuan buruk suporter merugikan skuad Macan Kemayoran yang sedang berjuang mengejar target juara Super League 2026-2027.
"Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Jika terjadi pelanggaran yang berujung pada sanksi, termasuk pertandingan tanpa penonton, pihak yang dirugikan bukan hanya klub, melainkan juga para penggemar sepakbola yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung," kata Shin Tae-yong.
"Karena itu, saya mengimbau para suporter untuk tetap memberikan dukungan dengan penuh semangat, tetapi juga menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi fair play," tegas pelatih 56 tahun tersebut.
Shin Tae-yong mengajak suporter memberikan dukungan total tanpa adanya tindakan anarkisme di dalam dan luar stadion. Menurutnya dua kejadian sebelumnya menjadi pembelajaran berharga.
"Mari kita mendukung Persija dengan cara yang positif. Jangan sampai tindakan yang tidak bertanggung jawab justru membuat para penggemar kehilangan kesempatan untuk datang ke stadion dan menikmati pertandingan sepakbola," tutup pelatih yang membawa Timnas Indonesia U-23 lolos semifinal Piala Asia U-23 2024.
(Ramdani Bur)