LIVERPOOL dikabarkan tengah mempertimbangkan sebuah langkah mengejutkan pada bursa transfer Januari 2027 mendatang. Klub raksasa Liga Inggris itu berniat untuk memulangkan mantan gelandang mereka, Tyler Morton, yang baru dilepas ke klub Prancis, Lyon, pada 2025 lalu.
Pemain berusia 23 tahun tersebut memutuskan pindah ke Ligue 1 senilai 15 juta poundsterling atau sekira Rp355 miliar setelah menghabiskan 17 tahun bersama akademi hingga tim utama Liverpool. Keputusan penjualan itu dulunya diambil di bawah era pelatih Arne Slot karena minimnya garansi tempat di skuad utama.
Meski demikian, performa gemilang Morton bersama Lyon di bawah asuhan Paulo Fonseca membuat Liverpool tampaknya mulai menyesali keputusan tersebut. Sang gelandang kini menjelma menjadi salah satu pemain lini tengah paling menonjol di kompetisi Eropa.
Penampilan konsisten Morton di Liga Prancis tidak hanya memikat hati mantan klubnya, tetapi juga menarik minat setidaknya tujuh klub Premier League lainnya. Nama-nama seperti Nottingham Forest, Crystal Palace, Brighton, Newcastle, Sunderland, hingga Everton turut memburu tanda tangannya.
Meski sempat merasa kurang mendapat kepercayaan penuh di masa lalu, kualitas Morton kini telah teruji di level tertinggi, termasuk penampilan impresifnya di kancah antarklub Eropa dan timnas kelompok umur.
"Saya rasa dia menganggap saya pemain yang bagus, tetapi saya tidak merasa kepercayaan itu sepenuhnya ada. Keterbatasan kesempatan saat itu murni karena faktor kepercayaan, bukan kemampuan," ujar Morton mengenang situasi masa lalunya, dikutip Sabtu (25/9/2026).
Sebagai pendukung sejati The Reds, perpisahan Morton pada tahun lalu meninggalkan kesan emosional yang mendalam bagi dirinya maupun para pendukung di Anfield. Ungkapan rasa terima kasih yang tulus sempat ia bagikan melalui media sosial kepada seluruh staf, rekan setim, dan suporter.
"Banyak hal yang berubah dalam 17 tahun, tetapi satu hal yang tidak akan pernah berubah adalah cinta saya kepada klub ini. Saya akan selalu menjadi penggemar Liverpool," tulis Morton dalam pesan perpisahannya saat itu.
Kini, dengan ketertarikan kuat dari manajemen baru dan kedalaman skuad yang membutuhkan tambahan tenaga di lini tengah, peluang bagi produk asli akademi Liverpool ini untuk kembali mengenakan seragam merah-merah terbuka lebar pada Januari nanti.
(Rivan Nasri Rachman)