"Jadi ini sekali lagi merupakan angka yang cukup besar, di mana keputusan yang benar berada di sekitar 92 persen," ungkap Pratap.
Meski persentase keputusan benar mencapai 92 persen, Departemen Wasit PSSI tetap memberikan perhatian terhadap delapan persen keputusan yang dinilai salah. Pratap menegaskan angka tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan wasit pada musim kompetisi berikutnya.
Ia mengatakan setiap keputusan keliru dalam pertandingan tetap berpotensi memberikan dampak terhadap jalannya laga. Terlebih, keputusan tersebut dapat terjadi dalam situasi yang berpengaruh terhadap hasil akhir pertandingan.
Karena itu, Departemen Wasit PSSI akan melakukan evaluasi terhadap berbagai insiden yang terjadi selama kompetisi. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kesalahan sekaligus menentukan langkah perbaikan bagi perangkat pertandingan.
Pratap menambahkan penggunaan VAR juga membuat standar terhadap kinerja wasit semakin tinggi. Menurutnya, ketika teknologi tersebut sudah diterapkan, target idealnya adalah seluruh keputusan penting dapat diambil secara tepat.
"Perhatian besar kami adalah pada angka-angka merah atau keputusan yang salah," tukasnya.
(Ramdani Bur)