JAKARTA - Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menyatakan timnya tidak memiliki persiapan khusus untuk melawan Persija dalam pekan pertama Super League 2026-2027 pada 5 September. Selain itu, laga tersebut dipastikan digelar di Stadion Segiri, Samarinda, tanpa khawatir gangguan asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dandri mengatakan, persiapan Borneo FC sejauh ini cukup baik untuk menyambut kompetisi kasta teratas di Tanah Air. Dia pun menegaskan tidak ada perlakuan berbeda kepada timnya untuk menjamu Persija.
"Biasa-biasa saja, tidak ada yang harus saya anu kan (khawatirkan-red) karena memang kita setiap tahunnya ketemu," kata Dandri di Jakarta, kemarin.
Ia menyadari, laga Borneo FC melawan Persija akan berjalan sangat ketat sepanjang 90 menit. Hal tersebut dikarenakan semua tim saat ini sudah berbenah untuk lebih baik dari musim sebelumnya.
"Semua tim lawan ini kuat. Ya kan? Jadi, ya semua kita harus hadapi," kata Dandri.
Selain itu, ia memberikan kabar bahwa Samarinda untuk saat ini tidak terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Jadi, dia pastikan laga Borneo FC melawan Persija tetap di Samarinda.
"Malahan isunya Kalimantan Timur, Samarinda, asaplah, Samarinda enggak ada asap, sudah ya! Berkat doa teman-teman semua, untuk Samarinda," katanya.
"Jadi, kita bisa menggelar tanggal 5 dengan apa namanya, cuaca yang baiklah mestinya," ucapnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)