KLUB asal tepi Danau Como di Italia Utara ini baru saja menuliskan babak paling bersejarah dalam perjalanan panjang mereka yang penuh lika-liku, ya lolos ke Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya sepanjang 118 tahun sejarah klub.
Klub Como yang didirikan pada 1907 ini pernah merasakan titik terendah saat terpuruk di Serie D yaitu divisi keempat kasta sepak bola Italia — sambil dibekap kebangkrutan finansial yang nyaris mengakhiri eksistensi mereka.
Di saat klub-klub lain bersolek di kompetisi bergengsi, Como berjuang sekadar untuk bertahan hidup.
Babak baru dimulai ketika keluarga Hartono, konglomerat asal Indonesia, mengakuisisi Como dan menyuntikkan investasi besar-besaran. Dari reruntuhan Serie D, Como perlahan mendaki. Promosi demi promosi diraih, hingga akhirnya comeback bersaing di Serie A dan dan kini tembus Liga Champions.
Kepastian tiket ke Liga Champions datang lewat skenario penuh ketegangan. Pada pekan terakhir Serie A musim 2025/26, Como yang diasuh mantan gelandang bintang Cesc Fabregas wajib menang sekaligus berharap hasil dari stadion lain.
Como memenuhi syarat pertama dengan menumbangkan Cremonese 4-1 hasil yang sekaligus mengirim tuan rumah terdegradasi ke Serie B. Gol-gol dicetak oleh Jesus Rodriguez, Tasos Douvikas (2), dan Lucas Da Cunha.
Takdirpun berpihak, ya AC Milan secara mengejutkan kalah memalukan 1-2 di kandang sendiri melawan Cagliari, membuka jalan Como untuk finis di posisi empat besar klasemen akhir.