INGGRIS datang ke Piala Dunia 2026 dengan satu misi yang sebenarnya sudah terlalu lama tertunda yaitu mengangkat trofi paling bergengsi yang sudah lama diinginkan sejak 1966 silam.
Enam puluh tahun lamanya sejak Bobby Moore mengangkat Jules Rimet Trophy di Wembley, dan generasi demi generasi pendukung Three Lions telah hidup dalam bayang-bayang kenangan indah yang tak kunjung terulang.
Pertanyaannya adalah apakah sudah saatnya football pulang ke rumah?
Inggris pertama kali berpartisipasi di Piala Dunia pada 1950 , bisa dibilang terlambat dibanding negara-negara lain karena sebelumnya Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) lama absen dari FIFA.
Debut mereka tidak mengesankan, tersingkir di fase grup, bahkan kalah dari Amerika Serikat dengan skor mengejutkan 1-0.
Puncak kejayaan datang pada 1966, saat Inggris menjadi tuan rumah sekaligus juara dunia.
Di bawah asuhan Sir Alf Ramsey dan mampu mengalahkan Jerman Barat 4-2 setelah perpanjangan waktu di Wembley. Geoff Hurst mencetak hat-trick — satu-satunya dalam sejarah final Piala Dunia.
Pelatih berkebangsaan Jerman berusia 52 tahun yang resmi ditunjuk sebagai manajer kepala tim nasional Inggris pada 16 Oktober 2024 dan mulai bertugas sejak 1 Januari 2025.
Tuchel menjadi pelatih asing ketiga yang menangani Inggris, mengikuti jejak Sven-Göran Eriksson dan Fabio Capello.
Sebelum menangani The Three Lions, Tuchel pernah menukangi Augsburg, Mainz, Borussia Dortmund, Paris Saint-Germain, Chelsea, dan Bayern Munich, meraih gelar liga di Prancis dan Jerman, serta yang paling prestisius gelar Liga Champions UEFA bersama Chelsea pada 2021.
Penunjukan Tuchel menggantikan Gareth Southgate, yang mengundurkan diri seusai kekalahan Inggris di final Euro 2024.