TIMNAS Kroasia merupakan salah satu negara kuda hitam yang patut diwaspadai negara lain. Namun dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir yang mereka ikuti, Kroasia tidak pernah pulang lebih awal dari babak semifinal.
Peringkat ketiga pada 1998. Runner-up pada 2018. Peringkat ketiga lagi pada 2022.
Dan di Piala Dunia 2026, kapten mereka adalah seorang pemain berusia 40 tahun yang baru saja menjalani operasi tulang pipi pada April lalu. Namanya tetap dipanggil dan dipastikan tampil di Piala Dunia untuk keenam kalinya.
Sebuah angka yang hanya dicapai oleh dua orang lain di seluruh sejarah sepak bola: Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Merdeka dari Yugoslavia pada 1991 dan bergabung FIFA pada 1994, mereka langsung menggebrak di debut Piala Dunia 1998 dengan finis di posisi ketiga mengalahkan Belanda 2-1 dalam perebutan tempat ketiga di Prancis.
Setelah terhenti di fase grup pada 2002, 2006, dan 2014, Kroasia kembali bangkit di bawah pelatih Zlatko Dalic. Puncaknya terjadi pada 2018 ketika Vatreni menembus final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, sebelum akhirnya takluk dari Prancis dan finis sebagai runner-up.
Empat tahun berselang di Qatar 2022, konsistensi itu kembali terbukti dengan raihan peringkat ketiga untuk kedua kalinya.
Sosok di balik konsistensi luar biasa Kroasia adalah Zlatko Dalic, pelatih berusia 59 tahun yang mengambil alih kursi pelatih kepala sejak Oktober 2017.
Sebelumnya, Dalic lebih dikenal karena kiprahnya di sepak bola Asia — menukangi Al Ain di Uni Emirat Arab hingga lolos ke final Liga Champions Asia 2016.
Namun keraguan awal itu sirna setelah Dalic langsung membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018 pada musim pertamanya.
Di tangannya, Kroasia selalu tampil lebih baik di turnamen besar dibanding kualifikasi. Musim panas ini, Dalic kembali hadir dengan satu misi yang belum ia selesaikan: membawa Kroasia menjadi juara dunia.