LAMINE Yamal lagi-lagi menuai sorotan publik dunia. Wonderkid berusia 18 tahun ini melakukan aksi selebrasi yang cukup lain dari rekan setimnya. Di atas bus parade yang menyusuri jalanan Catalunya, Yamal memegang jersey bertuliskan kalimat yang menohok bagi jutaan pendukung Real Madrid.
Yamal memakai jersey Barcelona yang memuat tulisan khusus berbunyi "Thank God I'm not a Madridista." Pesan tersebut secara harfiah bermakna rasa syukur karena dirinya bukan merupakan pendukung Real Madrid.
Yamal tak bisa menyembunyikan senyumnya begitu membaca tulisan di balik jersey tersebut. Ia langsung menunjukkan nya kepada João Cancelo, lalu mengangkatnya dengan antusias sambil berdansa di atas bus. Gestur itu memicu tawa dan tepuk tangan dari para suporter yang memadati jalanan.
Fermín Lopez pun ikut meramaikan suasana dengan memperlihatkan syal bertulis pesan anti-Madrid kepada kerumunan suporter. Momen keduanya langsung viral di media sosial dan memicu gelombang reaksi dari penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Ternyata, ada latar belakang yang mempengaruhi aksi Yamal tersebut. Ada benang merah panjang yang menghubungkannya dengan rivalitas sengit di El Clasico sepanjang musim ini.
Pada Oktober lalu, usai Real Madrid menang atas Barcelona di El Clasico pertama musim ini di Santiago Bernabéu, Jude Bellingham memposting perayaan di Instagram dengan caption "Talk is cheap." Unggahan itu diyakini ditujukan kepada Yamal yang sempat melontarkan komentar kontroversial sebelum laga tersebut.
Enam bulan berselang, giliran Yamal yang tertawa paling keras. Barça mengalahkan Madrid 2-0 berkat gol Marcus Rashford dan Ferran Torres, sekaligus memastikan gelar juara La Liga.
Dari tribun stadion, Yamal mengunggah video selebrasi kemenangan 2-0 tersebut ke Instagram Story-nya dengan caption yang sama persis: "Talk is cheap." Pesan itu langsung meledak di media sosial, dengan banyak suporter melihatnya sebagai balasan langsung untuk Bellingham.
Barcelona dan Yamal kini telah meraih lima dari enam trofi domestik di dua musim terakhir, sekaligus memenangkan enam dari tujuh El Clasico dalam periode yang sama melawan Madrid.
(Dian AF)