JAKARTA – Hasil Kongres Biasa Federasi Futsal Indonesia (FFI) sudah diketahui. Ada tiga perubahan untuk organisasi, yakni penyesuaian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART), perubahan nama organisasi, dan pergantian nama dalam kepengurusan.
Kongres Biasa FFI itu berlangsung di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) dan para perwakilan klub ikut serta dalam acara tersebut.
Ketua Umum FFI, Michael Victor Sianipar mengatakan, pembahasan terkait pengelolaan organisasi dan masa depan Timnas Futsal Indonesia dibahas mendalam dalam Kongres Biasa. Hal itu agar keputusan yang diambil akan memberikan dampak besar untuk kemajuan futsal tanah air.
"Tadi kami menyelesaikan serangkaian acara. Di kongres ini ada beberapa signifikan. Selain review pencapaian timnas futsal dan perkembangan liga, kami juga memutuskan beberapa hal strategis," kata Michael dalam konferensi pers, dikutip Selasa (12/5/2026).
Michael mengatakan perubahan nama organisasi pun telah disetujui para peserta kongres. Perubahan itu dari FFI menjadi Asosiasi Futsal Indonesia (AFI).
"Kedua, ada perubahan nama jadi FFI menjadi Asosiasi Futsal Indonesia. Ini setelah kongres akan kami laporkan kepada PSSI untuk ditindaklanjuti agar tetap pada statuta PSSI," ucap Michael.
"Kemudian (ketiga) ada Sekjen yang baru di AFI, mas Budi Setiawan. Untuk waketum (Wakil Ketua Umum) selain Atta Halilintar ada waketum 2 yaitu mas Novel Leonardo," sambungnya.
Michael mengatakan, AFI terus bersinergi dengan PSSI sebagai tempat yang menaungi. Langkah itu tentunya juga untuk meningkatkan kualitas organisasi ke depan.
"Langkah kami sudah jelas membangun sinergi dan ekosistem dengan sepakbola. Apa yang sudah terjadi di pusat akan lanjut ke level daerah. Pesan dari Ketum PSSI Erick Thohir kalau futsal naik kelas organisasinya juga naik kelas," tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)