"Ini bisa membawa sepak bola kawasan ini lebih maju. Mungkin FIFA Asean Cup akan memungkinkan pemain-pemain terbaik untuk terlibat," ujar Harris, dikutip dari Straits Times, Rabu (6/5/2026).
Meski demikian, suara keraguan tetap muncul dari kalangan pengamat. Konsultan sepak bola Khairul Asyraf menilai turnamen ini berisiko menjadi ajang redundansi karena jadwalnya yang berdekatan dengan kompetisi lain. Dengan masuknya China dan India, rivalitas kental khas Asia Tenggara dikhawatirkan akan memudar.
Selain itu, ada anggapan bahwa FIFA tengah berupaya memonetisasi pasar besar di China dan India melalui turnamen kasta ketiga ini. Terlepas dari kritik tersebut, FIFA diharapkan akan meresmikan detail lengkap turnamen ini pada Juni 2026 mendatang.
(Rivan Nasri Rachman)