Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kelme Minta Maaf dan Benahi SOP Pressing Buntut Insiden Nameset Timnas Indonesia Lepas

Cikal Bintang , Jurnalis-Rabu, 06 Mei 2026 |19:43 WIB
Kelme Minta Maaf dan Benahi SOP Pressing Buntut Insiden Nameset Timnas Indonesia Lepas
CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya. (Foto: Cikal Bintang/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, secara terbuka memberikan klarifikasi dan permohonan maaf atas insiden terlepasnya nameset (nama dan nomor punggung) pada jersei Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series, Maret 2026 lalu. Kelme mengakui adanya kendala teknis dalam proses produksi yang menyebabkan atribut pada seragam pemain tersebut tidak menempel dengan sempurna.

Kejadian yang menimpa pemain seperti Dony Tri Pamungkas dan Ole Romeny tersebut sempat viral dan memicu kritik tajam dari para penggemar sepak bola di Tanah Air. Kevin menjelaskan secara spesifikasi, material yang digunakan sebenarnya sudah memenuhi standar kebutuhan atlet profesional di lapangan.

"Ketika kami meluncurkan nameset memang sudah direncanakan dipakai untuk pemain. Jadi teknologi dan bahan sudah disesuaikan untuk dipakai pemain," ujar Kevin dalam acara jumpa pers Media Session #WeHearYou: Mendengar dan Melangkah untuk Timnas Indonesia di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Pemilihan material silikon dipilih Kelme karena karakteristiknya yang lebih unggul dalam menunjang pergerakan dinamis pemain dibandingkan bahan lain. Hal ini dilakukan demi memberikan kenyamanan maksimal saat pertandingan berlangsung dalam intensitas tinggi.

"Untuk nameset pemain itu pakai silicon dibandingkan vinyl atau rubber. Secara material itu lebih lentur dan bisa fleksibel untuk pemain," jelas Kevin.

1. Evaluasi

Berdasarkan hasil investigasi internal, pihak Kelme menemukan bahwa masalah utama bukan terletak pada bahan, melainkan pada eksekusi pemasangan. Ada tiga unsur krusial yang saling berkaitan dalam memastikan nameset tetap kokoh menempel pada jersei.

"Soal yang lagi ramai tentang nameset copot, berdasarkan yang kami telusuri ada tiga komponen. Pertama untuk nameset bisa nempel bergantung pada material jersey, terus material nameset, dan proses melakukan pressing-nya," sambung Kevin.

CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya. (Foto: Cikal Bintang/Okezone)
CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya. (Foto: Cikal Bintang/Okezone)

Kelme menghabiskan waktu sekitar satu bulan untuk melakukan audit menyeluruh sejak berakhirnya agenda FIFA Series Maret lalu. Mereka menemukan adanya variasi performa mesin press yang memengaruhi kualitas akhir penempelan material silikon tersebut.

"Kami melakukan penelusuran menyeluruh sekitar satu bulan setelah FIFA Series di akhir Maret. Ada persoalan di proses pressing-nya. Soal penempelan itu bergantung juga ke mesin penempel, operator penempel, dan SOP-nya," ujar Kevin menambahkan.

Kevin mengakui meski Standar Operasional Prosedur (SOP) sudah dibuat, pihaknya melewatkan fakta bahwa setiap perangkat mesin memiliki karakteristik suhu dan tekanan yang tidak seragam.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement