Mantan gelandang Arsenal ini menolak untuk merasa marah meski timnya dua kali membuang keunggulan melawan Inter di bulan ini. Ia mengutip perjalanan karier pelatih hebat seperti Jurgen Klopp yang pernah kalah dalam tujuh final piala pertamanya sebagai bukti bahwa kekalahan adalah bagian tak terpisahkan dari proses pendewasaan sebuah tim.
"Saya tidak bisa marah malam ini. Saya melihat performa hebat dari para pemain,” sambung Fabregas.
“Kami adalah salah satu dari tiga atau empat tim top di Eropa yang paling banyak memainkan pemain di bawah usia 23 tahun, dan itu bukanlah hal yang remeh," imbuhnya.
Fabregas pun menegaskan Como akan terus tumbuh bersama para pemain mudanya dan tetap optimistis menatap sisa musim meski harus menelan pil pahit di semifinal.
(Rivan Nasri Rachman)