Kejutan belum berhenti sampai di situ. Skema serupa kembali terulang lewat aksi cerdik Rochy di kotak penalti.
Menerima umpan silang dari sisi kanan, Rochy kembali menaklukkan kiper AC Milan untuk kedua kalinya. Dua gol dari kaki striker Indonesia ini sukses membalikkan kedudukan menjadi 2-1 untuk kemenangan Kitchee SC.
Kemenangan sensasional atas tim asuhan Carlo Ancelotti tersebut seketika menghebohkan publik sepak bola Hong Kong dan Tanah Air. Meski hanya bertajuk laga ekshibisi, mencetak brace ke gawang tim sekelas AC Milan adalah pencapaian langka yang sulit diulangi pemain Asia mana pun saat itu.
Setelah petualangan gemilang di Hong Kong berakhir pada 2004, Rochy memutuskan kembali ke Indonesia untuk membela PSPS Pekanbaru. Perjalanan panjang sang striker legendaris ini akhirnya mencapai garis finis di PSS Sleman pada musim 2006-2007.
Hingga kini, kisah keberanian Rochy Putiray mempermalukan barisan pertahanan terbaik dunia tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda sepak bola Indonesia.
(Rivan Nasri Rachman)