"Dan saya pikir Calvin adalah bagian besar dari masa depan kami dalam hal kemampuan mengontrol tempo lini tengah. Melawan Bulgaria, itu adalah tim Eropa, yang bermain di kompetisi besar," tutur John Herdman.
"Dan saya pikir kami mengontrol lini tengah sepanjang malam dengan pemain seperti Verdonk, (Joey) Pelupessy, (Nathan) Tjoe-A-On. Saya pikir, Anda tahu, ketika dia masuk, benar-benar menunjukkan pemahamannya tentang sistem kami," sambung pelatih 50 tahun.
"Dan kemudian Beckham Putra masuk ke peran penyerang sayap, di depan kotak penalti. Saya pikir ada banyak konektivitas dan saya meminta para pemain ini untuk berani. Mereka, mereka harus siap beradaptasi dan memainkan gaya baru. Itu dua sistem permainan yang kami mainkan selama dua hari, dua pertandingan. Itu menunjukkan kemampuan adaptasi tim ini, yang merupakan sesuatu yang ingin kami tunjukkan kepada penggemar kami malam ini, bahwa kami dapat beralih dari sistem 4-4-2 ke sistem lima bek dan kemudian beradaptasi, um, di dalam pertandingan juga dengan, dengan struktur kami," tambah Herdman menjelaskan.
Menurut John Herdman, Calvin Verdonk sedikit berbeda dengan pemain Timnas Indonesia lain. Eks pemain NEC Nijmegen itu dinilai sudah berada di level yang lebih tinggi dibanding pemain skuad Garuda lain.
"Jadi, ya, saya bangga dengan Calvin malam ini. Saya pikir dia, Anda tahu, berada di level teratas. Ia pantas mendapatkan lebih," tutup pelatih yang membawa Timnas Kanada lolos Piala Dunia 2022.
(Ramdani Bur)