Secara mengejutkan, kesempatan emas yang menjadi dambaan jutaan pesepak bola di dunia itu justru ditolak mentah-mentah oleh Zulham. Alasan di baliknya tergolong unik namun manusiawi, ia merasa tidak betah dengan suasana di Spanyol, terutama urusan lidah atau makanan.
Baginya, 20 hari berada di Negeri Matador terasa sangat lama karena sulit beradaptasi dengan lingkungan setempat.
"Cuma ya itu, gobloknya saya enggak mau. Bahasa bisa gampang dimengerti, makanan paling (yang sulit)," sambung Zulham.
Kini, setelah bertahun-tahun berlalu, Zulham hanya bisa tertawa getir meratapi keputusan masa mudanya yang ia sebut sebagai kebodohan. Meski begitu, Zulham tetap mampu mengukir tinta emas di Tanah Air dengan mempersembahkan gelar Piala Presiden 2015 untuk Persib Bandung dan juara Piala Indonesia bagi PSM Makassar.
(Rivan Nasri Rachman)