Insiden ini memicu gerakan nasional di Inggris yang menuntut tindakan lebih tegas dari penyedia platform media sosial untuk memblokir akun-akun pelaku rasisme.
Anggota ketiga dari skuad Inggris yang menjadi sasaran empuk rasisme pasca-final Euro 2020 adalah Jadon Sancho. Serangan rasis yang membanjiri akun media sosialnya menyoroti fenomena pahit dalam dunia olahraga.
Pemain sering kali diserang secara personal dan rasial saat mereka dianggap gagal memberikan kemenangan bagi negaranya. Kampanye melawan diskriminasi pun terus digaungkan untuk melindungi pemain dari serangan serupa.
Gelandang Newcastle United, Joe Willock, menjadi korban terbaru rasisme di Premier League. Setelah sebuah kemenangan krusial, ia justru mendapatkan ancaman kekerasan dan hinaan rasial melalui Instagram yang ditujukan kepada dirinya serta keluarganya.
Pihak Newcastle United mengecam keras tindakan tersebut dan menuntut tindakan hukum nyata terhadap para pelaku yang bersembunyi di balik anonimitas media sosial.
(Rivan Nasri Rachman)