NAMA Joey Suk sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air pada medio 2011. Pemain kelahiran Deventer, Belanda, ini merupakan salah satu pionir gelombang naturalisasi Timnas Indonesia bersama Diego Michiels dan Ruben Wuarbanaran.
Namun, di saat selangkah lagi mengenakan seragam Merah Putih, Joey justru menghilang dari proses pengambilan sumpah WNI. Kala itu banyak yang tidak tahu apa alasan Joey tak melanjutkan proses naturalisasi, namun akhirnya dalam sebuah wawancara, ia membeberkan alasannya.
Misteri di balik mundurnya Joey Suk dari proses naturalisasi akhirnya terungkap melalui pengakuannya dalam sebuah wawancara. Ternyata, ada sebuah syarat yang sulit ia penuhi kala itu.
Joey mengklaim bahwa dirinya diminta untuk tinggal dan berkarier di Liga Indonesia jika ingin membela Timnas Indonesia. Saat itu, ia merasa tak bisa mengikuti syarat tersebut karena masih ingin bermain di Eropa.
“Mereka bilang Anda harus tinggal di Indonesia, kalau mau bela Timnas Indonesia dan bermain untuk klub Indonesia. Tetapi saya masih ingin bermain di Eropa dan bermain di Timnas (Indonesia) juga,” ujar Joey Suk, dalam sebuah wawancara yang dibagikan akun tiktok @kellran_, Sabtu (7/2/2026).
“Entah kenapa tapi itu enggak bisa. Saat itu saya merasa terlalu muda untuk bermain di klub Indonesia. Bagi saya, bukan saya yang membuat keputusan itu. Saya selalu ingin bermain untuk Timnas Indonesia dan datang ke Indonesia tapi entah kenapa itu tidak terjadi,” tambahnya.
Bagi Joey yang kala itu masih berusia awal 20-an, meninggalkan Benua Biru dirasa terlalu dini. Ia merasa keputusan tersebut bukan sepenuhnya berada di tangannya, meski hasrat membela tanah leluhur sangat besar.