KISAH Boaz Solossa hampir main di Liga Inggris jika mengikuti saran mantan pelatih Timnas Indonesia Peter Withe akan diulas Okezone. Nama Boaz Solossa mencuat ketika membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2004.
Baru berusia 18 tahun, Boaz Solossa muncul sebagai mesin gol Timnas Indonesia di Piala AFF 2004. Ia tercatat mencetak tiga gol, salah satunya saat Timnas Indonesia menang 4-1 atas Malaysia di leg II semifinal Piala AFF 2004.
Pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2004, Peter Withe, bisa dibilang melakukan langkah berani. Ia berani memanggil Boaz Solossa yang saat itu belum terikat kontrak profesional bersama klub mana pun.
Saat itu, Peter Withe memantau Boaz Solossa di PON 2004 yang digelar di Palembang. Hasilnya, Boaz Solossa keluar sebagai top skor di multievent empat tahunan tersebut dengan koleksi 10 gol.
Kiprah apik Boaz Solossa itu pun menarik hati Peter Withe. Bukan hanya membawanya ke Timnas Indonesia, Peter Withe ingin mengajak pesepakbola kelahiran Sorong, Papua, itu berkarier di Inggris.
Pernyataan itu disampaikan Peter Withe kepada pesepakbola legenda Indonesia, Fakhri Husaini. Menurut Peter Withe, jika Boaz Solossa bisa mengubah sikapnya, ia akan dibawa untuk berkarier di Inggris.
“Saat itu saya masih nakal. Peter Withe cuma bilang, ‘Fakhri ini anak (Boaz Solossa) kalau bisa ubah Kelakuan, saya akan bawa dia ke Inggris. Saya jamin, dia akan jadi pemain (sepakbola hebat),” kata Boaz Solossa menceritakan apa yang disampaikan Peter Withe ke Fakhri Husaini, Okezone mengutip dari channel YouTube Sport77, Selasa (3/2/2026).
“Dengan kemampuan yang dimiliki, dia tidak cocok untuk bermain di sini. Itu bang Fakhri Husaini bicara sama saya sewaktu kita sama-sama di Borneo FC (tahun 2022),” kata Boaz Solossa.
Sempat beredar kabar, Boaz Solossa mendapat tawaran dari salah satu klub Liga Belanda, VVV Venlo. Boaz Solossa mengatakan tidak ada tawaran resmi yang dilancarkan langsung klub Eropa kepadanya.
“Jadi memang berita itu ada, tapi tidak ada yang bicara langsung ke saya. Entah itu betul atau tidak. Beberapa wartawan menanyakan kepada saya. Jika tawarannya jelas, siapa yang tidak mau (bermain di Eropa),” tutup Boaz Solossa.
(Ramdani Bur)