“Faktanya adalah kami kehilangan kendali atas permainan karena kesalahan besar yang tidak boleh terjadi. Itu terus terjadi pada kami. Kami memiliki pertandingan yang harus diputuskan dan kami menyerah. Kami harus banyak berubah untuk bersaing tahun depan,” ujar Xavi.
“Kami telah melihat kedua sisi bermain cemerlang hingga menit ke-60. Kurangnya efektivitas membunuh kami. Kami kebobolan dengan mudah tetapi kami kekurangan kekuatan dan menjadi lebih efektif. Kemudian kami membuat kesalahan terang-terangan yang tidak sesuai dengan level para pemain dan klub. Hari ini saya sangat sedih dan kecewa,” lanjutnya.
Meski gelar juara sudah tidak bisa didapat, Xavi berambisi membawa Barcelona untuk finis posisi dua di akhir musim. Pelatih berusia 44 tahun itu akan berusaha semaksimal mungkin membawa Blaugrana menyapu bersih sisa pertandingan Liga Spanyol musim ini.
“Kami akan berjuang hingga akhir. Kami ingin memenangkan keempat pertandingan, meski berada di posisi kedua tidak lagi bergantung pada kami,” tandas Xavi.
(Djanti Virantika)