Ada beberapa kisah mengenai dugaan penggunaan ilmu hitam di sepakbola Afrika. Seperti pada ajang Piala Afrika 2002 lalu saaat Thomas Nkono, kiper Kamerun, yang ditangkap polisi karena ketahuan tengah mengubur tulang di bawah rumput dan menyemprot ramuan aneh.
Tak hanya itu, Nkono juga kedapatan tengah merapalkan mantra di atas lapangan. Itu dilakukan sebelum timnya melawan Zambia.
Kisah lain terjadi pada Piala Afrika 2015. Di mana saat itu Andre Ayew, pemain Ghana, terciduk tengah menabur zat berwarna putih di lapangan, sesaat sebelum timnya bertanding melawan Pantai Gading di partai final. Meski dianggap sebagai ritual ilmu hitam, nyatanya Ghana kalah dalam pertandingan tersebut.
Terbaru terjadi di laga Kualifikasi Piala Dunia Zona Afrika 2022. Saat itu Aljazair berhadapan dengan Burkina Faso.
Di laga panas tersebut, kedua tim berhasil bermain imbang 2-2. Namun, pelatih Aljazair rupanya tidak terima dan menuduh tim lawan melakukan praktik ilmu hitam.
Namun, perlu dicatat, tidak semua pemain atau tim sepakbola di Afrika terlibat dalam praktik-praktik ilmu hitam dan magis tersebut. Praktik ini juga tidak diakui oleh otoritas sepakbola resmi dan seringkali dianggap sebagai perilaku yang tak etis dan tidak fair play.
(Hakiki Tertiari )