"Mereka memiliki kerjasama tim lebih terjaga dan tak bisa dipungkiri kerja sama mereka bagus karena sudah 3 tahun bersama. Kemudian Evan (Holypaul Septinus Novrianto Soumilena) memiliki ketajaman, jadi momok yang menakutkan untuk tim lainnya ketika tim lain main," ucapannya.
Wahyudin mengatakan Kancil WHW terlambat mengambil keputusan pada babak kedua, sehingga Black Steel FC bisa mengandalkan keunggulan. Meski mendapat hasil imbang, tetapi ia mengakui bukan hasil yang diinginkan kedua tim.
"Di babak kedua kita lambat mengabil keputusan dan berisiko kemasukan, saat ini kita bisa mendapatkan hasil imbang belum tahu kedepannya kita bisa menang atau kalah. Sebenarnya bukan waktunya yang tepat untuk saya mengucapkan selamat, tapi pertandingan ini bukan hasil yang di harapkan kedua tim," pungkasnya
(Rivan Nasri Rachman)