BALI – Ajang Liga 1 2022-2023 masih dihentikan. Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, pun memanfaatkan waktu jeda kompetisi ini untuk mengevaluasi timnya demi bangkit pada pertandingan mendatang.
Ya, Liga 1 2022-2023 harus ditangguhkan akibat insiden berdarah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022. Insiden yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya itu memang memberi duka mendalam bagi dunia sepakbola Tanah Air hingga dunia karena mengakibatkan ratusan nyawa meninggal.
Di tengah kondisi ini, Teco -sapaan akrab Stefano Cugurra- pun bakal melakukan evaluasi terhadap timnya. Sebab, Bali United menuai hasil minor dalam dua pertandingan terakhir sebelum jeda kompetisi.
BACA JUGBali United Tetap Berlatih meski Lanjutan Liga 1 2022-2023 Masih Belum JelasA:
Tercatat, Serdadu Tridatu -julukan Bali United- menelan kekalahan dari Persis Solo 0-2 pada Kamis 15 September 2022. Kemudian, mereka disikat Persikabo 1973 1-2 pada Jumat 30 September 2022.
BACA JUGA: Kisah Pemain Bali United Brwa Nouri, Jadi Incaran Transfer Graham Potter
Dua hasil negatif ini berbanding terbalik saat Privat Mbarga dan kolega menghancurkan Dewa United 6-0 di pertandingan sebelumnya. Tentu saja, hal ini menjadi catatan tersendiri bagi Teco.
Teco mengatakan, ada evaluasi besar yang dilakukan Serdadu Tridatu semasa jeda kompetisi. Terlebih lagi, dua pertandingan terakhir Bali United sangat jauh dari harapan pelatih asal Brasil tersebut.
"Kami pasti melakukan evaluasi di setiap pertandingan mengenai apa yang bagus dan kurang dari tim ini. Kami mempunyai catatan mengenai kekurangan tim ini,” kata Cugurra, dilansir dari laman resmi Bali United, Rabu (26/10/2022).
"Kami kalah dua pertandingan di rumah dan itu tidak sesuai rencana. Kami kehilangan poin penting di dua laga itu,” sambungnya.
“Namun, yang berbeda adalah kami juga bisa menang di beberapa laga tandang dan beberapa laga yang tidak mudah. Saat dua pertandingan terakhir, kami sebenarnya bisa menjadi nomor satu di liga, tetapi kami kalah dan turun,” jelas Teco.
Walau demikian, Teco mengatakan peluang menapaki puncak klasemen sejatinya masih terbuka lebar. Akan tetapi, juru taktik berusia 48 tahun itu belum mau berbicara mengenai peluang juara anak asuhnya.
“Saya pikir jarak poin masih sangat dekat dengan tim di posisi atas dan liga masih panjang dengan masih banyak pertandingan. Belum bisa berbicara soal juara," tukas Teco.
(Djanti Virantika)