Melihat massa yang semakin ricuh membuat polisi menembakan gas air mata. Masa pun berhamburan dan berusaha keluar dari stadion dengan berdesak-desakan.
Kerusuhan tidak hanya terjadi di dalam stadion tetapi di luar stadion. Masa membakar ban, mobil polisi dan menghancurkan bangunan yang ada di sekitar stadion.
Dari kejadian tersebut diketahui korban tewas resmi mencapai 328 orang tewas dan 500 luka-luka. Angka tersebut bisa lebih banyak dari yang diperkirakan karena masih banyak korban tidak terdeteksi. Ada begitu banyak saksi mata yang melihat korban berjatuhan di dalam dan di luar stadion.
Korban yang tewas diperkirakan karena sesak nafas, terinjak-injak, terbentur dan tertembak oleh polisi.
Demikian tragedi berdarah Estadio Nacional Peru, sejarah terparah sepakbola dunia.
(Rivan Nasri Rachman)