Di situlah Nico menyatakan terjadi penumpukan di beberapa pintu yang menyebabkan 127 korban jiwa dan 180 orang luka-luka.
Kejadian ini merupakan peristiwa terkelam dalam sejarah sepakbola Indonesia. Sebelumnya, tak pernah pertandingan sepakbola di Indonesia mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia.
(Rivan Nasri Rachman)