Ketua Umum Pemuda Perindo: Klub Liga 1 Sebaiknya Punya Akademi Sendiri

Ilham Sigit Pratama, Jurnalis
Jum'at 26 Agustus 2022 17:08 WIB
Jika ingin mendapatkan Timnas Indonesia yang kuat, klub Liga 1 disarankan punya akademi sendiri. (Foto: PSSI)
Share :

SEBUAH usul menarik dikemukakan Ketua Umum Pemuda Partai Perindo, Effendy Syahputra. Ia menyarankan agar klub-klub Liga 1 punya akademi sendiri.

Bukan tanpa alasan Effendy Syahputra menyarankan hal itu. Ini terkait pembinaan pemain muda di klub.

Effendy bahkan juga menyarankan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) membuat aturan baru soal hal tersebut. Effendy ingin agar PSSI dan PT LIB mewajibkan klub peserta Liga 1 untuk memiliki akademi.

Effendy menilai bahwa perekrutan pemain muda berbasis seleksi untuk mengikuti Elite Pro Academy (EPA) tidak ideal. Menurutnya, para tim Liga 1 yang mengirim tim muda ke EPA wajib memakai didikan asli akademi.

Oleh sebab itu, Effendy menyarankan PSSI dan PT LIB agar mewajibkan tim-tim di Liga 1 memiliki akademi sendiri. Hal itu diungkapkannya ketika menghadiri Webinar Partai Perindo bertajuk Belajar dari Sukses Timnas U-16, Kita Bangun Tim Sepak Bola yang Hebat’, Jumat (24/8/2022).

“Ada baiknya memang, sudahlah dibuat aturan, klub Liga 1 harus diwajibkan punya akademi, jangan ketika di pro elite liga itu pemain-pemainnya bawa bendera SSB,” kata Effendy.

“Coba diusulkan klub Liga 1, wajib punya liga, dan yang ikut adalah produk akademi, marilah kita mulai klub di Liga 1 punya akademi yang fix, kalau tidak, jangan diizinkan ikut Liga 1,” tambahnya.

Sekadar informasi, para pemain berlaga di EPA umumnya bukanlah didikan asli akademi tim yang bersangkutan. Sebagai contoh, pada Mei 2022 silam, PSIS Semarang mengadakan seleksi terbuka untuk jenjang U-18 dan U-20.

Contoh lain adalah Seleksi bertajuk "The Next Gen Bali" pada Juli 2022 silam. Seleksi RANS Nusantara juga banyak diikuti oleh pemain dari Bogor Junior League (BJL) yang terafiliasi dengan Askab PSSI Bogor.

Selain itu, Effendy juga menyarankan agar PSSI mengatur jadwal kompetisi tim muda lebih terstruktur lagi. Menurutnya, akan lebih ideal jika para pemain muda berlaga di kompetisi yang durasinya panjang seperti tim-tim senior di Liga 1.

“Lalu liganya pun jangan yang asal memenuhi syarat, satu bulan selesai, itu namanya bukan kompetisi, pemain usia muda harusnya mengikuti jadwal mainnya tim senior,” tuturnya.

“Contoh kalo Persib atau Persebaya main hari Minggu, harusnya hari Sabtu itu main tim juniornya, tim U-20, jangan ketika pro elite liga, sistemnya turnamen, sistem gugur pula, itu namanya bukan kompetisi,” tutupnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya