4. Menjadi Pemain Inti di Usia Sangat Muda
Musim 1997 terbilang sebagai musimnya bersejarah bagi Owen. Bagaimana tidak, di usianya 18 tahun ia ditunjuk sebagai pemain inti oleh Evans.
Tentu saja dipilihnya Owen bukan tanpa alasan. Pada Liga Inggris Liverpool hampir dibantai habis-habisan oleh Wimbledon FC di Selhurst Park pada 6 Mei 1997. Liverpool dapat mengatasi keadaan tersebut setelah Owen mencetak gol ke gawang Wimbledon FC.
Walau gol tersebut tidak dapat menyelamatkan Liverpool dari kekalahan. Namun kemampuan Owen dalam mencetak satu-satunya gol patut mendapat apresiasi. Sejak saat itu nama Michael Owen semakin menjadi perhatian.
3. Tercatat Sebagai Pemain yang Selalu Mencetak Gol
Tidak salah menyebut Michael Owen sebagai pesepakbola inggris yang melegenda. Sepanjang karirnya Owen pernah menjadi satu-satunya pemain yang selalu mencetak gol. Ia berhasil mencetak gol dalam empat turnamen besar. Selama bersama Timnas Inggris ia meraih kemenangan di Piala Dunia 1998, EURO 2000, Piala Dunia 2002 dan EURO 2004.