PROFIL Fakhri Husaini akan dibahas Okezone. Fakhri Husain adalah salah satu pelatih jempolan milik Indonesia terbukti dengan satu gelar Piala AFF U-16 pada 2018.
Sebelum Bima Sakti melakukannya di Piala AFF U-16 2022, Fakhri Husaini sudah lebih dulu menunaikan tugas dengan baik bersama Timnas Indonesia U-16. Pada 2018, ia yang bermodalkan pemain seperti Bagus Kahfi, Sutan Zico, Rendy Juliansyah, David Maulana, sampai Bagas Kaffa berhasil menjadi juara Piala AFF U-16 2018 dengan mengalahkan Thailand lewat adu penalti.
Kini, Okezone akan membahas profil Fakhri Husaini yang merupakan gelandang Timnas Indonesia era 1990-an dan pelatih bertangan dingin.
Profil Fakhri Husaini
Fakhri Husaini lahir di Lhokseumawe, Aceh, pada 27 Juli 1965. Pria berusia 57 tahun ini adalah pemain dengan visi hebat pada masanya.
Mengawali karier di Bina Taruna pada 1984-1989, Fakhri Husaini mudah pindah ke Lampung Putra pada 1989-1990. Tidak lama memang di Lampung Putra, ia keburu dilirik tim besar saat itu, Petrokimia Putra.
Bersama Petrokimia Putra, Fakhri Husaini juga hanya setahun yakni pada 1990-1991. Namanya kemudian melegenda setelah bergabung dengan PKT Bontang pada 1991-2001.
Rentang 10 tahun dijalani bersama PKT Bontang, membuat ia menjadi legenda klub tersebut. Di level Timnas Indonesia, Fakhri Husaini adalah jenderal lapangan tengah skuad Garuda.
Berposisi sebagai gelandangs serang, visinya luar biasa hebat. Gerakan dan gocekannya sangat indah dan pendukung Timnas Indonesia era itu selalu menunggu aksi dari Fakhri Husaini.
Salah satu kontroversi yang pernah dilakukannya adalah ketika mengundurkan diri dari pemusatan latihan Timnas Indonesia untuk SEA Games 1991 Manila, Filipina. Ia bersama Ansyari Lubis, Jaya Hartono, dan Eryono Kasiba mundur karena latihan keras ala Anatoli Polosin.