“Karakter pemain kita berbeda dengan Malaysia atau Korea Selatan yang kuat lama tanpa bola,” sambungnya.
Lebih lanjut, Rochmat Setiawan juga menyinggung soal filosifi Filanesia yang sempat digaungkan pada era pelatih sebelumnya, Luis Milla. Pelatih asal Korea Selatan itu diminta tunduk dan patuh pada Filanesia.
“Hal ini sudah melalui riset, makanya salah satu pondasi penting yang ada di filanesia adalah main proaktif (defense high press, attack dominan kuasai bola),” jelasnya.
“Kalau dilihat lagi jauh ke belakang, gaya main seperti ini yang memang bikin Timnas bagus, karena sesuai karakter pemain kita,” timpalnya.
Terlepas dari itu semua, Shin Tae-yong masih berkesempatan meraih medali perunggu di ajang SEA Games 2021. Pertandingan penentu tempat ketiga sepak bola putra SEA Games 2021 bakal berlangsung pada Minggu, 22 Mei 2022.
(Hakiki Tertiari )