“Anak saya tidak bisa beradaptasi sehingga dia demam di dua pertandingan pertama, tetapi masih berkompetisi dan mengalami sakit yang parah. Penampilan melawan Filipina, saya harus mendorongnya untuk menembak lebih banyak, "kata ayah Chanathip.
Setelah dua leg semifinal dan final leg I, gelandang bernomor punggung 18 itu mencetak 4 gol dari 6 tembakan tepat sasaran. Tingkat akurasinya pun mencapai 75%.
Chanathip masih berpeluang meraih gelar pencetak gol terbanyak dan penghargaan pemain terbaik untuk ketiga kali dalam keikutsertaannya di Piala AFF. Ini yang membuatnya dieluh-eluhkan oleh penggemar Thailand.
(Andika Pratama)