Setelah dua kemenangan melawan Kamboja dan Laos, Timnas Indonesia sedang berada di puncak Grup B Piala AFF 2020 dengan poin enam, sama dengan dua tim di bawahnya, Vietnam dan Malaysia. Namun, selisih gol Timnas Indonesia lebih baik ketimbang Vietnam dan Malaysia.
(Egy Maulana Vikri (kanan) saat menghadapi Taiwan)
Egy Maulana Vikri sendiri memang telah terdaftar di skuad tim Indonesia untuk ajang ini. Hanya saja, Piala AFF tak masuk agenda resmi FIFA sehingga klub berhak menahan sang pemain dari panggilan tim nasional.
Terakhir, media Vietnam itu juga menjelaskan sedikit profil dari Egy Maulana Vikri yang berpengalaman di klub Eropa. Media ini menyebut Egy Maulana Vikri sebagai permata sepak bola Indonesia.
“Egy Maulana Vikri sudah lama dikenal sebagai permata sepakbola Indonesia. Ia lahir pada 2000 dan menghabiskan bertahun-tahun berkompetisi di Eropa,” tutup tulisan tersebut.
Kehadiran Egy Maulana Vikri sangat dibutuhkan Timnas Indonesia. Sejauh ini, winger-winger Timnas Indonesia tampl kurang gereget di dua laga awal Piala AFF 2020.
(Ramdani Bur)