JAKARTA – Operator Liga 2 dan Liga 1 2021-2022, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberikan izin pertandingan Liga 2 musim ini untuk dihadiri penonton. Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, menjelaskan alasannya lebih memilih kasta kedua dibanding Liga 1.
Akhmad mengatakan kalau gelaran babak delapan besar Liga 2 akan berlangsung direncanakan di Jakarta, Bogor dan Bekasi. Oleh karena itu, laga mudah dipantau langsung dan dievaluasi oleh pemerintah pusat.
Penonton menghadiri laga Liga 2 baru tahap uji coba. Pertandingan akan dihelat di Stadion Madya, Jakarta, Stadion Pakansari, Bogor dan Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Baca juga: PSM Makassar vs Persija Jakarta: Maman Abdurrahman Sebut Laga Sulit
Akhmad berharap pemerintah bisa meninjau secara langsung dan melakukan evaluasi. Mengingat gelaran tersebut diselenggarakan di Jakarta. Nantinya, jika uji coba tersebut diselenggarakan dengan berhasil maka akan dilakukan juga ke Liga 1.
Baca juga: PSM Makassar vs Persija Jakarta: Syamsudin Batola Sudah Punya Cara Kalahkan Macan Kemayoran
“Yang namanya uji coba semua penonton nanti akan kita data, satu menguji sistem itu sendiri dan kedua uji coba menghadapi bagaimana pada saat kehadiran penonton ada di stadion. Jadi untuk urusan eksternal internal kita akan uji coba,” kata Akhmad dalam konferensi pers, Senin (6/12/2021).
“Kebetulan Liga 2 rencananya akan kita selenggarakan di Jakarta, paling tidak semua unsur-unsur terkait dari pemerintah bisa melihat langsung, mungkin juga bisa menilai dan mengevaluasi,” ungkapnya.
“Kehadiran dari pemerintah kita harapkan bisa mengevaluasi hasil uji coba dengan penonton ini. Selanjutnya kalau ini berhasil, atau ada perbaikan sudah selesai, kita akan lanjutkan di Liga 1,” sambungnya.
Perlu diketahui, tiket tidak akan dijual secara umum, melainkan hanya kepada para suporter undangan yang diperkenankan masuk ke stadion. Sementara itu, belum diketahui secara pasti berapa jumlah perwakilan suporter yang akan diundang. Nantinya, PSSI dan PT LIB akan mendiskusikan kembali mengenai kepastian soal jumlah penonton yang bisa hadir sebelum melakukan uji coba.
(Rachmat Fahzry)