MADIRD – Presiden Liga Spanyol (La Liga), Javier Tebas, membuat pengakuan soal hubungannya dengan bos Real Madrid, Florentino Perez. Dia menyatakan bahwa keduanya kemungkinan sulit berdamai karena memiliki persepektif yang beda dalam mengelola sepakbola.
Hal itu diungkapkan Tebas dalam sebuah wawancara di stasiun radio Spanyol Cadena Cope pada Selasa (5/10/2021). Ia berkata bahwa saat ini terjadi terlalu banyak ketegangan antara dia dan Perez.
Sebab itu, Tebas masih tidak ingin mengunjungi Santiago Bernabeu dalam waktu dekat. Tebas pun tidak tahu apakah ia akan bisa berdamai dengan Perez.
Baca juga: Presiden Real Madrid Singgung Kabar Kepindahan Kylian Mbappe, PSG Marah Besar
"Saya tidak tahu apakah Florentino Perez dan saya akan berdamai, tetapi saya pikir itu sulit karena kami memiliki dua cara berbeda untuk memahami sepak bola profesional," ucap Tebas.
Baca juga: Real Madrid dan Barcelona Saling Sikut untuk Dapatkan Edinson Cavani di Musim Dingin 2022
Konflik ini merupakan buntut dari wacana liga tandingan yang dicanangkan Perez, yakni Liga Super Eropa. Tebas sebagai presiden La Liga menantang dengan keras hal itu.
Tebas berkata, Perez secara terang-terangan tidak ingin La Liga berkembang. Sebab bila itu terjadi akan menghambat proyek Liga Super.
"Real Madrid menentang semua perjanjian yang kami buat secara pribadi. Perez memberi tahu orang-orang bahwa saya korup, meskipun di depan umum dia membuat orang lain mengatakan hal-hal lain. Dia bisa mengatakan saya administrator yang buruk, tetapi tidak pernah korup," lanjutnya.
Tebas bersikeras bahwa proyek Liga Super, yang akan membuat klub-klub terbesar Eropa memisahkan diri, tidak dapat dinegosiasikan. Menurutnya ini adalah proyek mati.
Namun di sisi lain dari segi Barcelona juga merupakan bagian dari proyek itu. Namun dia tidak bertengkar dengan presiden Barca, Joan Laporta.
"Saya tidak berkonflik dengan dia, baik dia dan Barca sangat penting (untuk La Liga), pertanyaan dengan Florentino Perez jauh lebih dalam karena dia benar-benar salah tentang apa yang seharusnya menjadi La Liga.”
“Jika dia bisa, dia akan mendapatkan saya keluar dari La Liga dan dia membuat banyak musuh. Real Madrid akan lebih baik dengan presiden yang berbeda," pungkasnya.
(Rachmat Fahzry)