BARCELONA – Barcelona ternyata telah lama tidak terikat kontrak dengan perusahaan yang selamai ini menyuplai jersey mereka. Blaugrana dan Nike, perusahaan yang memberikan suplai kelengkapan seragam, tak terikat kontrak sejamk 2018.
Nike sudah lekat dengan Barcelona sejak 1998. Mereka kemudian terus memasok jersey berwarna biru dan merah untuk Blaugrana hingga 2021-2022.
Namun, dikabarkan Marca, Rabu (8/9/2021), ternyata kontrak antara Barcelona dan Nike sudah berkahir sejak 2018 lalu. Niat untuk meneken kontrak baru sudah ada, namun masih belum terlaksana.
Baca juga: Laporta: Griezmann Pemain Hebat tapi Tak Cocok dengan Barcelona
Pada Mei 2016 lalu, Josep Maria Bartomeu yang dulu memimpin Barcelona, mengumumkan kesepakatan baru hingga 2028. Ketika itu, keduanya masih memiliki kontrak 2018, sehingga tak langsung diperbarui.
Baca juga: 5 Pesepakbola yang Seharusnya Tak Dilepas Barcelona, Nomor 1 Penuh Drama
Barcelona dan Nike memutuskan untuk menandatangani kontrak baru pada 2018. Kesepakatan itu pun membuat Nike membayar Barcelona sebesar 105 juta euro atau sekitar Rp1,7 triliun per tahun.
Namun, betapa kagetnya pihak Nike pada 2018. Ternyata kedua belah pihak masih belum sepenuhnya menyepakati kontrak. Ada beberapa hal yang membuat klub dan produsen jersey memiliki perbedaan opini.
Oleh sebab itu, akhirnya pembicaraan kontrak baru terpaksa ditunda. Namun, pandemi Covid-19 dan pemilihan presiden baru Barcelona membuat kesepakatan baru belum bisa ditandatangani.
Sementara Nike masih tetap menyuplai dan membayar Barcelona. Dengan kondisi krisis finansial klub, hubungan antara keduanya kini semakin memanas. Terlebih sekarang hal-hal yang diinginkan dalam kontrak sudah berbeda dari kesepakatan awal.
Presiden baru Barcelona, Joan Laporta diketahui sedang berusaha memperbaiki situasi dengan Nike. Kesepakatan baru pun telah tercapai. Namun, kontrak baru tersebut masih belum juga ditandatangani.
(Rachmat Fahzry)