“Rasisme dalam bentuk apa pun tidak dapat diterima dan 'Tidak Ada Ruang untuk Rasisme' membuat sikap toleransi nol kami menjadi jelas. Liga Inggris akan terus bekerja dengan klub, pemain, dan mitra sepakbola kami untuk membawa perubahan nyata guna menghilangkan ketidaksetaraan dari permainan kami,” ucap Masters.
Kasus rasisme memang cukup akrab dengan dunia sepakbola. Sebelumnya, para pemain Tim Nasional (Timnas) Inggris sempat dicemooh oleh suporter mereka sendiri karena masih melakukan aksii berlutut ini jelang pertandingan persahabatan sebelum Piala Eropa 2020 dimulai.
Namun, Pelaih Timnas Inggris, Gareth Southgate, tetap memuji aksi anak asuhannya itu. Bahkan, sang kapten, Harry Kane, tetap melakukan akksi berlutut sampai ke partai final Piala Eropa 2020.
Sayangnya, Timnas Inggris kalah lewat drama adu penalti dari Italia di final. Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka, yang gagal mengeksekusi penalti untuk Timnas Inggris, menjadi korban rasisme usai laga itu. Hal ini menandakan, bahwa aksi berlutut sebelum pertandingan tetap harus dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap rasisme.
(Andika Pratama)