“Ya, tentu saja (boleh merayakannya), tapi dengan cara yang berbeda. Jumat lalu kami membentuk komite untuk ketertiban dan keamanan. Saya telah menyetujui kesepakatan dengan Menteri Dalam Negeri Luciana Lamorgese dan dengan Kepala Polisi Lamberto Giannini,” lanjut Piantedosi.
“Pertemuan itu justru untuk memutuskan apa yang harus dilakukan dan kami juga melibatkan langsung FIGC. Mereka (FIGC) meminta untuk mengizinkan para atlet tim nasional melakukan perjalanan keliling Roma dengan bus terbuka, tetapi sudah sangat jelas bahwa itu tidak mungkin. Kami mengatakan kami tidak bisa memberikan izin kepada mereka,” sambungnya.
“Kami merasa itu bisa menjadi mediasi yang layak karena memungkinkan kami untuk mengendalikan kerumunan di satu tempat, juga memverifikasi bahwa orang-orang memakai masker seperti yang dipersyaratkan oleh keputusan yang berlaku ketika ada pertemuan,” ujar Piantedosi.
Namun, Gli Azzurri memutuskan untuk tidak mengikuti kesepakatan dengan melaksanakan perayaan di Piazza del Popolo. Mereka memilih melakukan parade bus terbuka dengan alasan orang-orang sudah memadati di jalanan Kota Roma.
“Mereka (FIGC) berpendapat sudah ada banyak orang di jalan-jalan. Dan para pemain memiliki niat yang kuat untuk melanjutkan perayaan dengan naik bus terbuka. Ada ribuan orang yang menuggu bus, melarangnya bisa menimbulkan masalah ketertiban umum,” tutup Piantedosi.
Kejadian ini diharapkan tidak menimbulkan lonjakan kasus Covid-19 di Italia. Sebab, gelar juara Piala Eropa 2020 akan terasa tidak berarti jika Italia kembali mengalami hal buruk, seperti pertengahan tahun lalu.
(Rachmat Fahzry)