PIALA Eropa jadi salah satu kompetisi sepakbola yang paling dinantikan publik dunia. Sebab, turnamen antarnegara Eropa empat tahun sekali ini selalu berhasil menyuguhkan pertandingan-pertandingan seru dan menarik yang dilakoni para pesepakbola top.
Tahun ini, Piala Eropa siap kembali digelar. Memasuki edisi ke-16, sejatinya kompetisi bertajuk Piala Eropa 2020. Tetapi, kompetisi ini harus digelar pada 2021 karena turut terkena dampak dari pandemi Covid-19 hingga penyelenggaraan mengalami penundaan selama setahun.
BACA JUGA: Profil Stadion Piala Eropa 2020: Johan Cruyff Arena
Sebelum melihat gelaran Piala Eropa 2020 yang dimulai pada 12 Juni-12 Agustus 2021, mari menilik lebih jauh sejarah panjang dari kompetisi ini.
BACA JUGA: Profil Stadion Piala Eropa 2020: Allianz Arena
Sejarah Piala Eropa Dimulai pada 1960
Ajang Piala Eropa sendiri diketahui pertama kali bergulir pada 1960.Pencetus ajang ini adalah seorang pengurus sepakbola berkebangsaan Prancis yang bernama Henri Delanuay. Dia memiliki ide cemerlang untuk menggelar kompetisi antarnegara Eropa.
Ide ini sudah dicetuskan Delanuay jauh sebelum Piala Eropa di edisi pertama bergulir. Tepatnya, dia mengutarakan pandangannya tersebut berkisar tahun 1920-an.
Tetapi, idenya tak bisa langsung terealisasi begitu saja. Perlu waktu hingga hampir 40 tahun untuk bisa akhirnya menggelar kompetisi antarnegara Eropa. Saat kompetisi bisa bergulir, Delanuay pun tak bisa menikmati idenya tersebut.
Sebab, Delanuay sudah meminggal dunia pada 1955. Rencana Delanuay akhirnya dipanjutkan oleh anaknya yang bernama Pierre. Sang anak ditunjuk sebagai sekretaris panitia kompetisi tersebut. Setelah berusaha keras untuk membangun kompetisi antarnegara Eropa yang fantastis, lahirlah Piala Antarbangsa Eropa (European Nations' Cup).
Meski bernama tersebut, trofi kejuaraan itu diberi nama sesuai dengan namanya sebagai tanda kehormatan. Tekad Henri membuat kompetisi ini pun kemudian diteruskan oleh sang anak, Pierre, yang ditunjuk sebagai sekretaris panitia kompetisi ini.