5 Pemain Liga Inggris Korban Rasisme, Marcus Rashford Paling Santai

Sri Lestari Rahayuningtyas, Jurnalis
Senin 12 April 2021 16:10 WIB
Marcus Rashford. (Foto/Reuters)
Share :

SERANGAN rasisme bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pesepakbola tersohor. Umpatan secara langsung atau dari media sosial kerap diterima para pemain sepakbola dari para penggemar tim lawan.

Sepakbola khususnya di Eropa mengkampanyekan tak ada ruang untuk rasisme dalam beberapa tahun terakhir. Namun, para pesepakbola masih saja menjadi korban rasisme.

5. Son Heung-min

Pemain Tottenham asal Korea Selatan itu diserang oleh berbagai komentar di media sosial setelah timnya menderita kekalahan dari Manchester United pada lanjutan Liga Inggris 2020-2021.

Son mendapat pelecehan rasisme usai dia terlibat duel dengan gelandang Man United, Scott McTominay. Wasit yang meninjau melalui VAR, menilai McTominay melakukan pelanggaran, sehingga gol untuk Man United dari kaki Edinson Cavani dianulir.

"Kembali satu matchday berlalu dan kembali serangan rasial mengerikan harus dialami oleh salah satu pemain kami," pernyataan resmi Tim Lilywhites membela Son.

4. Moise Kean

Kean mendapat serangan rasis saat dia membela Juventus. Ketika timnya menghadapi Cagliari, Moise berhasil mencetak gol.

Dia melakukan selebrasi di depan tribun fans Cagliari. Selebrasi Kean bertujuan membalas cemoohan yang diterimanya dari fans Cagliari sepanjang pertandingan.

Akan tetapi, selebrasi Kean dibalas juga dengan teriakan ‘buu’ oleh fans Cagliari yang dianggap sebagai salah satu bentuk pelecehan rasisme di Liga Italia. Selain itu, terdengar pula suara-suara yang menirukan monyet dari fans Cagliari.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya