SEJUMLAH pesepakbola top dunia kerap mengambil keputusan besar dalam kehidupannya, salah satunya terkait keyakinan. Beberapa memilih menjadi mualaf dengan memeluk agama Islam.
Setelah menjadi seorang Muslim, para pesepakbola ini pun sering kali mengaku bisa menemukan ketenangan dalam kehidupan. Tak hanya hidup yang menjadi tenang, perubahan dalam karier sepakbola mereka juga kerap terlihat.
Beberapa mengaku kariernya menjadi lebih cemerlang. Siapa saja yang merasakannya? Berikut lima pesepakbola yang kariernya meningkat drastis usai memilih menjadi mualaf.
5. Paul Pogba
Salah satu pesepakbola yang merasakan hal tersebut ialah Paul Pogba. Gelandang Manchester United itu diketahui memutuskan menjadi mualaf pada 2012. Keputusan itu diambil saat dirinya masih membela Juvetus.
Setelah menjadi mualaf, Pogba mengaku mendapat ketenangan. Kondisi ini kemudian dibarengi dengan karier sepakbolanya yang terus meningkat. Pogba bahkan menjadi pemain andalan Juventus saat memenangkan empat trofi beruntun di pentas Liga Italia pada musim 2012-2016.
Kinerja apik pemain asal Prancis itu telah membawanya dilirik Man United. Tim papan atas Inggris itu bahkan tanpa ragu merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkn jasa Pogb. Man United memecahkan rekor transfer dunia dalam menggaet Pogba dengan menggelontorkan dana 105 juta euro (Rp1,76 triliun).
4. Eric Abidal
Selanjutnya, ada nama Eric Abidal. Dia memutuskan menjadi mualaf tak lama setelah menikahi perempuan asal Aljazair yang bernama Heyet Kebir. Hal itu tepatnya terjadi pada 2007.
Setelah menjadi mualaf, karier Eric Abidal kian ciamik di dunia sepakbola. Dia bisa merebut beragam gelar juara bersama Barcelona. Tepatnya dalam masa 2008 sampai 2013, ada 15 trofi yang diraih Barcelona. Trofi tersebut termasuk enam gelar dalam setahun pada 2009.