MANCHESTER - Mantan penggawa Manchester United, Rio Ferdinand, menceritakan kisah yang cukup menggelitik tentang pengalamannya ketika awal-awal tampil di ajang Liga Inggris. Fullback asal Inggris itu mengaku pernah bermain dalam kondisi mabuk.
Ferdinand mengatakan hal itu terjadi pada musim 1996-1997 saat West Ham United bertamu ke markas Arsenal, Stadion Highbury. Awalnya, Ferdinand tidak pernah menyangka kalau dirinya masuk dalam pemain yang kemungkinan dimainkan pada laga tersebut.
Beberapa saat jelang laga, ia pun memutuskan pergi ke sebuah bar dan menghabiskan beberapa botol minuman. Akan tetapi tiba-tiba Ferdinand mengaku mendapat panggilan untuk segera berganti pakaian dari salah satu staff klub.
Dengan sedikit tergesa-gesa, ia pun segera menuju stadion. Beberapa orang yang menyadari Ferdinand tidak dalam kondisi baik sempat menanyakan keadaanya.
Baca juga: Bicara Kekuatan Wakil Inggris, Ferdinand Jagokan Chelsea di Liga Champions 2020-2021
Akan tetapi, saat itu ia terpaksa berbohong dan mengatakan kalau dirinya dalam keadaan baik. Beruntung, pada laga tersebut pelatih hanya menjadikannya sebagai pemain pengganti.
"Saat itu saya bermain untuk West Ham dan saya tidak berharap ada di skuad ketika pertandingan tersebut, jadi saya pergi ke bar dan minum cukup banyak," ujar Ferdinand seperti dilansir dari laman Goal International, Selasa (5/1/2021).
“Kemudian orang yang bertugas mengurusi seragam para pemain berkata 'Anda harus berganti pakaian'. Hal itu terjadi bahkan ketika saya masih memegang sebuah kaleng minuman di tangan,” tambahnya.
“Lalu saya menjawabnya dan meletakkan minuman tadi untuk bersiap bermain di Highbury. Saat itu bahkan saya sendiri tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi,” ujarnya lagi.
"Jadi saya di bawa ke skuad, lalu bermain. Saya berada di bench dan berpikir, jangan mainkan saya. Tiga brandy dan coke. Saya tidak bisa bermain dalam kondisi ini. Tetapi saya tetap tampil selama 15 menit,” jelasnya.
“Penampilan pertama saya di Highbury; Saya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi saya turun dan ditanya, 'Apakah kamu baik-baik saja?' - Saya seperti, 'Ya, saya baik-baik saja' meski menjawabnya dengan setengah sadar,” tandasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)