Ya, pertandingan sepakbola di berbagai level di Eropa memang mayoritas digelar tanpa kehadiran penonton sejak Juni 2020. Kebijakan itu diambil sebagai bagian dari protokol kesehatan untuk menggelar pertandingan di tengah masifnya penyebaran virus Corona.
Ketidakhadiran penonton perlu diakui mengubah wajah sepakbola. Tidak ada lagi nyanyian pembakar semangat yang terdengar dari tribun. Padahal, atraksi dan atmosfer yang diciptakan suporter, acap menjadi daya tarik.
Kerinduan Cristiano Ronaldo dan pesepakbola lainnya akan kehadiran suporter kemungkinan akan berakhir dalam waktu dekat. Beberapa negara sudah mulai melonggarkan kebijakan pembatasan sosial sehingga pertandingan mulai bisa dihadiri suporter.
Setidaknya, langkah itu sudah sempat dicoba di Prancis, Jerman, dan Inggris. Negara yang disebut terakhir bahkan sudah mengizinkan maksimal penonton dalam jumlah 50% dari kapasitas stadion atau 2.000 orang, tergantung mana yang paling sedikit, di wilayah-wilayah tertentu.
(Ramdani Bur)