Keganasan di atas juga ditunjukkan Bayern Munich musim lalu, atau ketika mereka keluar sebagai juara Liga Champions 2019-2020. Saat itu dalam perjalanannya menjadi juara, Bayern menang 7-2 atas Tottenham Hotspur, menghancurkan Crvena Zvezda 6-0, serta membantai Chelsea 4-1 dan 3-0.
(Barcelona saat kalah 2-8 dari Bayern Munich)
Namun, tentu yang paling sensasional adalah ketika Robert Lewandowski dan kawan-kawan menghabisi Barcelona 8-2 di babak perempatfinal! Sekarang yang jadi pertanyaan, jika Bayern dan Barcelona di babak 16 besar, akankah skor serupa kembali terulang?
Peluangnya sangat terbuka. Sebab, Bayern Munich konsisten menampilkan permainan level atas, sedangkan Barcelona kesulitan mengembangkan permainan. Dalam tujuh laga terkini di Liga Spanyol 2020-2021 saja, jumlah kekalahan Barcelona lebih banyak (4) ketimbang kemenangan (2).
Karena itu, mumpung Februari 2021 masih dua bulan lagi (waktu diselenggarakannya babak 16 besar Liga Champions 2020-2021), masih ada waktu bagi Barcelona untuk berbenah. Akankah manajemen Barcelona segera mengganti pelatih mereka, Ronald Koeman, dengan juru taktik lain demi mendongkrak prestasi tim?
(Fetra Hariandja)