LIGA CHAMPIONS adalah turnamen tertinggi bagi klub-klub sepakbola Eropa. Meski bermain di benua Biru, kebesaran kompetisi ini menyebar ke seluruh dunia.
Turnamen ini dimulai pada 1955 dengan nama lengkap Piala Juara Klub Eropa (European Champion Clubs' Cup) atau Piala Eropa (European Cup). Awalnya, turnamen dimainkan dengan sistem gugur untuk para pemenang liga papan atas di 16 negara Eropa.
Sejak saat itu, Real Madrid mendominasi piala Liga Champions dengan raihan 13 trofi. Mengekor di belakangnya ada AC Milan dengan tujuh piala, sementara Liverpool dan Bayern Munich di posisi ketiga dengan mengoleksi enam trofi.
Sepanjang perjalanan turnamen ini menghadirkan sejumlah kejadian yang luar biasa. Namun, dalam daftar ini akan dirangkum lima momen luar biasa yang terjadi di Liga Champions menyadur Lineups:
5. Drama Tambahan Waktu Man United vs Bayern Munich
Final Liga Champions 1998-1999 menyajikan salah satu momen paling dramatis dalam sejarah sepakbola. Partai puncak pada edisi itu mempertemukan raksasan Inggris, Manchester United melawan raksasa Jerman, Bayern Munich.
Pada menit awal, tepatnya menit ke-6, Man United tertinggal lebih dulu lewat gol Mario Basler. Pasukan Setan Merah—julukan Man United, berusaha mengejar, namun tak juga membuahkan hasil manis.
Hanya saja, saat kemenangan akan sirna, , Teddy Sheringham menyamakan kedudukan satu menit sebelum memasuki babak waktu tambahan. Kemudian Ole Gunnar Solksjear mencetak gol kemenangan pada menit ke-93.
4. Tendangan Voli Zidane
Sebelum turun minum pada final Liga Champions 2002, gelandang Prancis Zinedine Zidane dari Real Madrid mencetak salah satu gol terbaik Liga Champions sepanjang. Momen itu terjadi saat Madrid melawan Bayer Leverkusen.
Mendapat umpan silang, Zidane yang berada di kotak penalti, melepaskan tembakan tanpa menahan bola terlebih dahulu. Bola kemudian melesat membuat nama pemain asal Prancis itu tampil di papan skor.
Teknik tendangan voli adalah salah satu teknik yang paling sulit dilakukan dalam sepakbola, karena sang pemain harus tepat memperkirakan jatuhnya bola. Namun, Zidane membuatnya terlihat mudah.