JAKARTA – Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 era Fakhri Husaini (2019) memiliki trio lini depan mematikan dalam pola 4-3-3. Saat itu, winger kanan ditempati Fajar Fathur, penyerang tengah diisi Amiruddin Bagus Kahfi dan Mochamad Supriadi bergerak di sayap kiri.
Kombinasi di atas membantu Timnas Indonesia U-19 lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2020 setelah memuncaki klasemen Grup K. Fajar Fathur bahkan keluar sebagai top skor Timnas Indonesia U-19 di Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 denga koleksi tiga gol.
(Fajar Fathur saat turun di Kualifikasi Piala Asia U-19 2020)
Sementara Bagus Kahfi mencetak dua gol, tepatnya ke gawang Hong Kong dan Korea Utara. Gol ke gawang Korea Utara sangat berarti. Berkat gol dari Bagus Kahfi, Timnas Indonesia U-19 menahan Korea Utara 1-1.
Jika saat itu Timnas Indonesia U-19 kalah, mereka harus menunggu hasil pertandingan lain untuk lolos ke putaran final. Beruntung berkat gol dari Bagus Kahfi, Timnas Indonesia U-19 lolos sebagai juara grup.
Hanya saja, kombinasi trio di atas sulit terealisasi di Timnas Indonesia U-19 era Shin Tae-yong. Pertama, Shin Tae-yong tidak mengandalkan formasi 4-3-3, melainkan 4-4-2.
BACA JUGA: Media Inggris Sebut Elkan Baggott Akan Jadi Andalan Ipswich Town untuk Promosi
Ditambah lagi, Fajar Fathur mesti menghadapi lawan sulit untuk merebut satu posisi di area sayap kanan dalam pola 4-4-2. Ketika tampil di Timnas Indonesia U-19 era Fakhri Husaini, Fajar Fathur hampir tak memiliki pesaing untuk mengisi posisi winger kanan.