Kendati demikian, jika Locatelli tetap berada di Milan, belum tentu ia akan sampai ke level seperti sekarang. Diakui oleh Locatelli bahwa ia memiliki banyak beban kala bermain untuk Rossoneri. Terlebih, golnya ke gawang Buffon membuat orang-orang memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadapnya.
“Saya akan selalu berterima kasih kepada Milan dan saya tidak pernah ingin membuat mereka terluka. Itu adalah rumah saya dan orang tidak boleh berbicara buruk tentang rumahnya. Hal-hal tidak berjalan sebagaimana mestinya, tetapi saya akan selalu berbicara hal-hal baik tentang AC Milan,” ujar Locatelli kepada Gazetta dello Sport, Kamis (19/11/2020).
“Gol ke gawang Juventus adalah pedang bermata dua. Saya memiliki kegembiraan yang luar biasa saat mencetak gol melawan mereka dan juga melawan seorang juara seperti Buffon. Tapi, kemudian menjadi sulit untuk memanajemen banyak hal karena saya diminta untuk mencetak gol-gol yang heba," sambungnya.
“Ekspektasinya menjadi terlalu tinggi dan karena itu hal-hal menjadi rumit. Saya tidak siap dan itu salah saya. Tapi sekarang, saya melihat hal-hal secara berbeda dan saya sadar bahwa gol melawan Juventus akan tetap menjadi sejarah,” tandas pemain jebolan akademi AC Milan tersebut.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)