SEMARANG – Fullback kiri Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, Pratama Arhan, mengatakan pelatih Shin Tae-yong mengizinkan para pemainnya untuk mengonsumsi gorengan. Hanya saja, pemain milik PSIS Semarang ini mengatakan, Shin Tae-yong melarang para pemainnya mengonsumsi gorengan secara rutin, alias menjadikannya sebagai makanan pokok.
"Makan gorengan sekali-kali tak apa-apa. Kalau ingin saja makan. (Bukan jadi makanan pokok) iya," kata Arhan saat diwawancara CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi di channel YouTube PSIS Semarang.
(Pratama Arhan (kanan), fullback kiri Timnas Indonesia U-19)
Shin Tae-yong dikenal sebagai pelatih yang disiplin. Pelatih asal Korea Selatan itu tidak segan mencoret pemain dari skuad ketika tidak mau mengikuti ucapannya. Shin Tae-yong sudah membuktikannya H-1 sebelum Timnas Indonesia U-19 berangkat ke Kroasia untuk menjalani pemusatan latihan.
Saat itu ada dua pemain Timnas Indonesia U-19 yakni Serdy Ephy Fano Boky (Bhayangkara FC) dan Ahmad Afhridzal (Vamos Indonesia), yang melakukan aksi indispliner. Mereka yang tidur di kamar yang sama terlambat datang ke sesi latihan.
Tanpa ampun, Shin Tae-yong langsung mencoret kedua nama di atas. Alhasil, skuad Timnas Indonesia U-19 berangkat ke Kroasia dengan 27 pemain, dari 30 nama pesepakbola yang direncanakan (satu nama lain berangkat dari Inggris, yakni Elkan Baggott).
BACA JUGA: Ini yang Bikin Pemain Timnas Indonesia U-19 Takut kepada Shin Tae-yong
Meski begitu, disiplin tinggi yang diterapkan Shin Tae-yong berefek positif kepada skuad Timnas Indonesia U-19. Selain teknik, mental dan disipiln merupakan beberapa hal yang mesti dimiliki pesepakbola, termasuk Timnas Indonesia U-19 yang siap turun di turnamen besar.