KARIER seorang pesepakbola profesional biasanya tidak langgeng. Masa aktif seorang pesepakbola terjadi pada rentang 10-20 tahun. Selain gangguan cedera, kehidupan pribadi di luar lapangan hijau menjadi faktor yang bisa merusak karier seorang pesepakbola.
Tidak jarang memang kita menemukan pesepakbola yang punya karier langgeng. Tentu saja, ada banyak pengorbanan yang harus dilakukan, seperti Cristiano Ronaldo misalnya. CR7 selalu mampu menjaga kondisi tubuhnya hingga bugar dengan menghindari makanan tertentu.
Baca juga: 5 Calon Pengganti Harry Maguire di Manchester United
Pesepakbola tentu harus bisa bersikap profesional karena tindak tanduknya di luar lapangan, akan berpengaruh pada performa. Berikut adalah deretan pesepakbola yang kariernya rusak akibat ulah mereka sendiri, dirangkum dari BeSoccer, Jumat (9/10/2020).
5. Adrian Mutu
Nama Adrian Mutu mencuat ketika masih memperkuat Chievo Verona dan Parma di Liga Italia. Chelsea tertarik memakai jasa penyerang berpaspor Rumania itu karena ketajamannya. Sayangnya, karier Adrian Mutu dirusak oleh narkotika berjenis kokain.
Juventus dan Fiorentina mencoba menyelamatkan kariernya. Akan tetapi, niat mulia itu gagal. Adrian Mutu lantas berpindah-pindah klub sebelum akhirnya gantung sepatu pada 2016.
4. Anderson
Sir Alex Ferguson sempat membuat banyak orang keheranan karena berani mengangkut Anderson dari FC Porto pada musim panas 2007. Namun, pria asal Brasil itu menjawab semua keraguan dengan performa menawan hingga membawa Manchester United meraih gelar ganda pada 2007-2008.
Sayangnya, lesatan karier Anderson itu perlahan memudar. Ketika tongkat manajer berganti ke David Moyes dan Louis van Gaal, namanya mulai menghilang. Ia gagal menjaga berat badannya sehingga terlihat kegemukan. Akhirnya, Anderson menuju pintu keluar Old Trafford.
3. Andy Van der Meyde
Sayap serang berkebangsaan Belanda ini memukau banyak klub Eropa ketika masih bermain di Ajax Amsterdam. Inter Milan lantas mengangkutnya ke Italia. Namun, petualangan itu berakhir tragis setelah Van der Meyde dilepas ke Everton.
Di Inggris, karier Van der Meyde tidak pernah melesat. Ia bahkan terjerat godaan alkohol dan narkotika. Akibatnya, ia hanya bermain sebanyak 100 pertandingan dalam 10 tahun terakhir sebelum gantung sepatu.
2. Adriano Leite
Hidup Adriano Leite sebetulnya biasa-biasa saja. Namun, semuanya berubah ketika sang ayah meninggal dunia pada 3 Agustus 2004. Kehilangan figur ayah membuatnya mencari pelarian di kehidupan malam nan glamor Kota Milan.
Sejak itu, kariernya merosot tajam. Adriano Leite bahkan pernah dirumorkan menjadi anggota geng narkoba di kampung halamannya di Brasil. Yang pasti, karier Adriano rusak karena memilih jalan yang salah ketika ditinggal sang ayah.
1. Ronaldinho
Salah satu talenta paling mengilap yang pernah menghiasi dunia sepakbola. Deretan trofi yang pernah diraih Ronaldinho terhitung lengkap baik di level klub mau pun internasional. Sayangnya, karier gemilang pria berpaspor Brasil itu menukik tajam ketika memasuki musim 2007-2008.
Lagi-lagi, gaya hidup mewah dan kegemaran berpesta menjadi penyebab penurunan kariernya. Padahal, Ronaldinho sudah meraih hampir segalanya dalam hidup. Prestasi, harta berlimpah, dan puja puji dari sesama rekan pesepakbola sudah didapatnya.
Peraih satu gelar Ballon dOr itu mulai dilupakan Barcelona pada musim terakhir Frank Rijkaard. Kedatangan Pep Guardiola pada musim panas 2008, membuat Ronaldinho tersingkir dari skuad Barcelona secara perlahan. Sejak itu, kariernya hancur.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)