MADRID – Sudah rahasia umum, Gareth Bale dan Zinedine Zinedine memiliki hubungan yang tidak baik. Hubungan keduanya sudah memanas semenjak musim 2017-2018, atau di musim terakhir Zidane menjabat sebagai pelatih Madrid di periode pertama (2016-2018).
Ketika itu, presiden Madrid Florentino Perez berniat menjual Cristiano Ronaldo pada musim panas 2018. Namun, rencana itu ditolak Zidane. Zizou –sapaan akrab Zidane– pun memberi saran kepada Perez. Ketimbang menjual Ronaldo, Zidane menyarankan agar Madrid melepas Bale.
Ternyata, permintaan Zidane di atas masuk ke telinga Bale. Sejak saat itu hubungan keduanya memanas. Bahkan saat Madrid bertemu Liverpool di final Liga Champions 2017-2018, Zidane melakukan langkah tidak populer dengan mencadangkan Bale.
Singkat kata, presiden Madrid tetap kekeuh kepada pendiriannya, yakni melepas Ronaldo pada musim panas 2018. Alhasil, pada musim panas 2018 Ronaldo dilego ke Juventus seharga 100 juta euro (Rp1,66 triliun). Keputusan itu nyatanya membuat Zidane kecewa dan memutuskan meninggalkan Madrid pada musim panas 2018.
Akan tetapi, selang 10 bulan setelah meninggalkan Madrid, Zidane kembali ke Bernabeu. Kehadiran Zidane pun menjadi bencana bagi Bale. Sejak saat itu, Bale paham takkan mendapat menit tampil yang banyak jika kendali Madrid dipegang Zidane.
BACA JUGA: Momen Canggung Bale Rayakan Trofi Liga Spanyol 2019-2020 Bersama Real Madrid
Statistik musim ini pun menunjukkan hal di atas. Meski berstatus salah satu pesepakbola papan atas, Bale hanya diturunkan 16 kali di Liga Spanyol musim ini. Padahal, winger yang memiliki kecepatan di atas rata-rata itu dalam kondisi prima.